BAB 3: ADAB BERMASYARAKAT [cite: 1, 2]
Menjalin Silaturahmi dan Menjaga Hak-Hak Tetangga [cite: 2]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan dapat memahami bagaimana adab bermasyarakat, seperti menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga dalam kehidupan sehari-hari. [cite: 6]
Kata Kunci: Adab, Lingkungan, Masyarakat, Muslim, Silaturahmi [cite: 8]
Ayo Mengaji
Pembelajaran kali ini kita awali dengan membaca beberapa ayat pilihan berikut yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari. [cite: 26]
(QS Al-Hujurat/49:10) [cite: 35, 36, 37]
Bacalah ayat berikut ini dengan tartil, perhatikan makhārijul hurūf dan hukum bacaan tajwidnya. [cite: 27] Semoga dengan bacaan ayat Al-Qur'an ini akan semakin meneguhkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. [cite: 28]
'Ukkāsyah bin Mihşan [cite: 61]
Pada zaman keemasan Islam, di Madinah, hiduplah seorang sahabat Nabi yang luar biasa. Namanya 'Ukkāsyah bin Miḥşan. [cite: 62] Beliau tidak hanya dikenal karena keberanian dalam medan perang, tetapi juga karena keutamaannya dalam menjalin silaturahmi serta menjaga hak tetangga. [cite: 63]
'Ukkāsyah tinggal di sebuah kampung kecil di pinggiran Madinah. Rumahnya bersebelahan dengan seorang tetangga, Aminah, seorang janda tua yang hidup dalam keterbatasan. [cite: 64] Meskipun 'Ukkāsyah memiliki keluarga dan kebutuhan sendiri, beliau selalu berusaha membantu Aminah tanpa mengharapkan imbalan. [cite: 65]
Suatu hari, Aminah jatuh sakit parah. 'Ukkāsyah segera membawa dokter dan mengurus keperluan Aminah tanpa kenal lelah. [cite: 69] Ketika ditanya mengapa ia berbuat demikian, Ukkasyah hanya menjawab, "Aku melakukan ini bukan karena kewajiban, tetapi karena kita semua adalah tetangga. Allah menciptakan tetangga sebagai ujian untuk saling mengenal dan peduli." [cite: 70]
Dari kisah 'Ukkāsyah bin Miḥşan, kita dapat mengambil hikmah: pertama, silaturahmi dan menjaga hak tetangga merupakan bagian integral dari ajaran Islam. [cite: 75, 76] Kedua, kebaikan kepada tetangga tidak tergantung pada seberapa dekat hubungan kita, tetapi sejauh mana kita mau berkorban demi kebahagiaan mereka. [cite: 77]
Wawasan Keislaman [cite: 80]
Dalam perspektif Islam, menjalin silaturahmi dan menjaga hak-hak tetangga disorot sebagai bagian integral dari ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan keadilan. [cite: 81, 82]
Konsep sebagai makhluk sosial dalam Islam pun diatur sedemikian rupa sehingga antara satu dengan yang lain saling membutuhkan dan melengkapi atau dalam Islam dikenal dengan istilah at-ta'awun (tolong menolong). [cite: 102] Akhlak dalam masyarakat adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dilakukan secara spontan tanpa pertimbangan terlebih dahulu dalam lingkungan atau kehidupan. [cite: 115]
Silaturrahmi berarti menyambung tali kasih sayang. [cite: 124] Kata şilāh berakar dari kata waşl yang berarti menyambung dan menghimpun. [cite: 127] Sedangkan kata rahīm berarti kasih sayang dan tempat janin. [cite: 128]
- Bertamu dan Menerima Tamu: Meminta izin maksimal 3 kali [cite: 143, 144], mengucap salam [cite: 145], ketuklah pintu [cite: 146], tidak mengintip [cite: 148], memperhatikan waktu [cite: 151], dan membawa buah tangan (oleh-oleh). [cite: 154] Serta berkata yang baik atau diam. [cite: 155]
- Adab Pergaulan Lawan Jenis: Tidak berkhalwat (berduaan di tempat sepi) [cite: 200], menjaga pandangan (QS An-Nūr/24:30-31) [cite: 184, 202], menjaga diri ketika berbicara [cite: 203], dan berbusana sopan menutup aurat. [cite: 204]
- Memenuhi Undangan Tetangga: Merespons undangan dengan penuh kehormatan [cite: 216], memperhatikan pakaian dan kebersihan diri [cite: 218], bersikap tulus kepada tuan rumah [cite: 220], dan melibatkan diri dalam percakapan positif. [cite: 222]
Setiap warga masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang melekat. [cite: 240] Menurut Syekh Hafidz Hasan Mas'udi (w. 346 H), sedikitnya ada 9 hak tetangga yang harus dipenuhi[cite: 244]:
- Memberi salam terlebih dahulu kepadanya [cite: 245]
- Membalas kebaikannya [cite: 246]
- Menjenguknya ketika sakit [cite: 247]
- Memberikan ucapan selamat ketika mendapatkan kebahagiaan [cite: 248]
- Turut berduka cita jika dia tertimpa musibah [cite: 249]
- Tidak memandang istri, anak perempuan, dan pembantu perempuannya [cite: 250]
- Menghindari sesuatu yang tidak membuatnya bahagia [cite: 251]
- Menyambut tetangga dengan wajah berseri-seri dan penuh hormat [cite: 252]
- Memberikan hak-haknya yang bersifat materi [cite: 252]
Hikmah yang dipetik antara lain: (a) terbangunnya kebersamaan dengan sesama warga masyarakat, (b) mengurangnya ketegangan dan konflik, (c) pertukaran ilmu dan pengalaman, (d) penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, (e) terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan damai, (f) menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong-royong, dan (g) membentuk etika sosial dan kepedulian. [cite: 268]
Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama [cite: 271]
| Butir Perilaku [cite: 273] | Nilai Karakter [cite: 273] |
|---|---|
| Tolong menolong dan peduli kepada sesama. [cite: 273] | Gotong royong, peduli. [cite: 273] |
| Menjalin silaturahmi dengan tetangga. [cite: 273] | Berakhlak mulia. [cite: 273] |




.png)
0 komentar:
Post a Comment