Tuesday, October 25, 2011

Al-Quran, surat dan ayat


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Al-Quran merupakan firman Allah SWT kepada hamba-hamban-Nya. Al-Quran berisikan berita gembira , peringatan, petunjuk, perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT.  Dalam memahami isi Al-Quran, kita masih harus memahami dan mengerti bagian-bagian. Mulai dari Al quran itu sendiri, kemudian ayat Al-Quran, dan ayat-ayat Al-Quran. Sejak zaman sahabat usaha memahami Al Quran telah dilakukan, namun jumlahnya relatif sedikit, imi disebabkan karena kehati-hatian para sahabat
Pada dasarnya memahami Al-Quran tidaklah mudah, sejak zaman para sahabat kebanyakan mereka mengambil sikap menyerah, menerima apa adanya isi dari Al-Quran. Pemahaman Al-Quran, surat dan ayat-ayatnya jelas-jelas tidak mudah dipisahkan dari argumen naqliyah atau riwayat shahih  yang sambung kepada nabi.
Namun bila kita membaca Al-Quran, maka kita akan menemukan pembagian-pembagian Al-Quran menjadi ayat,surat, juz dan sebagainya. Oleh karena itu penulis akan mendeskripsikan  Al-Quran, Surat dan Ayat-ayatnya.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dibuat, maka penulis dapat membuat beberapa rumusan masalah, diantaranya :
1.      Apa definisi dari Al-Quran?
2.      Bagaimana karakteristik ayat-ayat Al-Quran dan batasannya?
3.      Bagaimana penamaan surat-surat pada Al-Quran?

C.     Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah untuk memahami tentang Al-Quran, ayat-ayat Al-Quran dan surat-suratb Al-Quran.
Dengan demikian kajian tentang pemahaman Al-Quran akan dapat menambah pengetahuan kita tentang Al-Quran.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi  Al-Quran

Dari sisi etimologi Al-Quran berasal dari kata qara’a atau  qarana yang juga berarti al-jam’u (mengumpulkan) atau adl-dlam, sehingga artinya adalah menggabungkan huruf atau kalimat satu dengan yang lainsecara tepat. Al-Quran sama halnya dengan kalimat Qira’ah, karena bentuk masdar (kata kerja tanpa menunjukkan waktu) yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Quran sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surat Al-Qiyamah  yang artinya :
Sesungguhnya mengumpulkan Al-Quran (didalam dadamu) dan ( menetapkan) bacaannya ( pada lidahmu ) itu adalah tanggungan kami. (Karena itu), jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti (amalkan) membacaannya.”
Al-Quran dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunkan kepada nbi Muhammad SAW. Sehingga Al-Quran menjadi nama khas dari kitab itu sebagai nama diri. Secara gabungan, kata itu dipakai untuk nama Al-Quran secara keseluruhan, begitu juga untuk pemahaman ayat-ayatnya. Maka, jika kita mendengar orang membaca ayat Al-Quran, kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca Al-Quran. Ini dapat kita jumpai dalam dalam surat AL-A’raf ayat 204 yang artinya : “Dan apabila dibacakan Al-Qura, maka dengarlah dan perhatikan”
Dari sisi terminologi  ada beberapa pendapat, dantaranya :

a.       Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Quran sebagai berikut :
“ Kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutswatir membacanya termasuk ibadah.”

b.      Muhammad Ali As-Shabuni mendefinisikan Al-Quran sebagai berikut :

“Al-Quran adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para nabi dan Rasul dengan perantara Malaikat Jibril dan ditulis pada mushaf yamg kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya termasuk ibadah, yang dimulai dari surat al-fatihah dan ditutup dengan sura an-nas”

Dari pendapat diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa, Al-Quran adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Rasulallah SAW, yang sekarang termaktub dlam mushaf berisikan 114 surat dimulai dari surat al-fatiha dan diakhiri dengan surat an-nas, membacanya dinilai ibadah serta dinukil secara mutawatir.  

Dengan definisi tersebut, firman Allah SWT, yang diturunkan selain kepada Nabi M uhammad tidak dinamakan Al-Quran, seperti kitab taurat yang diturunkan kepada nabi Musa AS, atau kitab injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian juga teks-teks keagamaan yang berupa hadist hudsi, hadist-hadisy Rasulallah.
B.     Nama-Nama Lain Al-Quran
Al-Quran mempunyai banyak nama dan sifat seperti termuat dalam beberapa ayat dan hadist Nabi. Karena banyaknya nama dan sifat yang diberikan kepada Al-Quran, sebagian ulama hanya menyimggumg berapa saja.
Para ulama berbeda pendapat tentng jumlah nama Al-Quran, Az-Zarkasi menyebutkan bahwa al-Harali membatasi Al-Quran hanya sampai 90 nama. Sedangkan az-Zarkasi sendiri hanya menyebut nama Al-Quran sebanyak 55 nama, dan ini mengutip pendapat Abu al-Ma’li Azizizi bin Abdu al-Malik. Dan al-Fairus Abadi sendiri mengatakan dalam kitabnya, Basha’ir Dzawi at-Tamyiz fi Latha’if al-Kitab al-Aziz, bahwa Allah SWT menyebutkan 100 namauntuk Al-Quran yang disusun secara sistematis, namun Beliau hanya menyebutkan 89  nama, yang kemudian ditambahkan lagi empat nama sehingga berjumlah 93 nama Al-Quran.
Diantara sekian banyak nama-nama Al-Quran adalah sebagai berikut :
a.       Al-Quran sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT : Sesungguhnya Al-quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. (QS. Alwaqiah ayat 77).
b.      Al-Kitab sebagaimana firman Allah SWT : Al-kitab (Al-Quran) tidak ada keraguan padanya petunjuk mereka yang bertaqwa. (Q.S Al-baqarah ayat 2). Selain itu dinamakan Al-Kitab karena Allah swt menjadikan Al-Quran sebagai kitab yang mengumpulkan hukum syariat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 155 yang artinya : “ Dan ini adalah al-kitab yang kami (Allah swt) turunkan”.
c.       Adz-Dzikir sebagaimana firman Allah swt : Dan kami (Allah swt) telah menurunkan kepadamu (Muhammad) adz-dzikir agar kamu menjelaskan kepada manusia. ( Q.S An-Nahl ayat 44). Dinamakan Adz-Dzikkr karena Allah swt mengingatkan kepada umat manusia agar menjalankan perintahn-Nya dan menjauhi larangann-Nya. Demikian juga diterangkan dalam surat Al-Hijr ayat 9 yang artinya : Sesungguhnya Kamilah yang mwnurunkan Adz-Dzikr (Al-Quran) dan sesungguhnya Kami benar benar memeliharanya.
d.      Al-Furqan, sebagaimana termaktub dalam firman Allah swt : Maha suci Allah yang telah menurunkan al-furqan (al-Quran) kepada hamba-Nya,agar menjadi peringatan kepada seluruh alam(Q.S al-furqon ayat 1). Dalam ayat lain Allah juga menyebut Al-Quran dengan nama Al-Furqan setelah menyebutkan nama-nama kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Rasulallah SAW.,( taurat dan injil). (lihat ; Q.S Ali imron ayat 3). Penamaan ini karena Al-Quran memiliki keistimewaan dibandingkan kitab-kitab Allah swt yang lain.

e.       An-Nur,sebagaimana termaktub dalam firman Allah swt : Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan kepada an-Nur (al-Quran) yang telah kami turunkan dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan(Q.S at-Taubah ayat 8).
f.       Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus ayat :57)
g.       Asy-Syifa'       (obat/penyembuh)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus ayat 57)
h.      .Al-Hukm (peraturan/hukum)
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra'd ayat 37).
i.         Al-Wahyu nama ini  memberikan pesan kepada manusia bahwa Al-Quran bukan karya nabi Muhammad maupun malaikat jibril. Sebagaimana termaktub dalam firman Allah Q.S; Al-Anbiya’ ayat 45 yang artinya : Katakanlah (hai Muhammad) : Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan al-Wahyu. Dengan demikian al-Quran adalah wahyu yangditurunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw.
j.        Kalamullah, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Q.S At-Taubah ayat 6 yang artinya : “ Dan jika seseorang dari orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Kalamullah (Al-Quran)”. Dari sini muncullah perdebatan antara muktazilah dan ahli sunnah mengenai Kalamullah qadim atau  hadist.
Sedangkan diantara sifat-sifat al-Quran adalah sebagai berikut :
a.       Al-Mubarak, sebagaimana terdapat dalam firman Allah swt : “Dan (al-Quran)ini adlah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi(mubarak)”. (Q.S al-An’am ayat 92).
b.      Al-Huda, sebagaimana terdapat dalam firman Allah swt : “ Menjadi petunjuk ( Hudan) dan rahmat bagi orang-orang yang beramal baik”. (Q.S Lukman ayat 3)
c.       Al-Karim, sebagaimana termaktub dalam firman Allah swt ; “Sungguh a-Quran ini adalah bacaan yang mulia (karim)”. (Q.S al-Waqiah ayat 77).
d.      A-Hakim , sebagaimana termaktub dalam firman Allah swt  : “Alif Lam Ra’. Ini;ah ayat-ayat yang mengandung hikmah(al-Hakim)”. (Q.S Yunus ayat 1).
e.       Al-Fashl, terdapat dalam firman Allah swt : “Sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil( fashlun)”. (Q.S at-Thariq ayat 13).
Para ulama menjelaskan hikmah yang dipetik dari banyaknya nama-nama Al-Quran. Salah satunya Al Fairuz Abadi berpendapat bahwa banyaknya nama yang diberikan kepada Al-Quran menunjukkan kemuliaan dan kesempurnaan Al-Quran untuk dijadikan pedoman dalam mengarungi kehidupan. Nama-nama al-Quran dan sifat-sifatnya bersifat tauqifiyyah, yang bersumber dari al-Quran sendiri.
C.     Karakteristik Ayat dan Batasannya.
a.       Definisi ayat.
Secara etimologi ayat berasal dari at-ta’ayyi yang bermakna mendirikan dan memperkuat. Dalam Al-Quran, kata ayat memiliki beberapa arti diantaranya :
1.      Ayat bermakna “tanda”, seperti dalam firman Allah yang artinya : “Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka ; sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja”. (Q,S Al-baqarah ayat 248).
2.      Ayat bermakna “sesuatu yang menakjubkan”, seperti dalam firman Allah yang artinya: “ Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya sesuatu bikti yang nyata”. (Q.S Al-Mu’minun ayat 50).
3.      Ayat bermakna ‘sekumpulan manusia’ dalam perkataan Arab : kharajal qaumu bi ayatihim (kaum itu keluar bersama seluruh kumpulannya).
4.      Ayat bermakna “kelompok” Dalam hal ini orang arab berkata : daun itu pergi bersama ayat (kelompok) mereka.
Dari segi terminologi para ulama, kata ayat berarti satuan dari Al-Quran yang mempunyai awal dan akhir berfungsi sebagai bagian dari sebuah surat Al-Quran.
Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Quran adalah sebuah mu’jizat, yang mana daidalamnya terdapat ungkapan hikmah dan nasihat bagi orang yang mau mengmbil pelajaran, dan juga sebagai bukti kebenaran dakwah Rasulallah saw.
b.      Karakteristik ayat Al-Quran.
Ayat-ayat Al-Quran memiliki berbagai variasi, mulai dari panjang ayat, gaya bahasa. Ayat Al-Qur’an ada yang pendek dan juga ada yang panjang, bahkan ada yang satu kalimat dan juga ada yang panjang seperti Q.Sal-Baqarah ayat 282. Gaya bahasa yang disampaikan juga beragam, ada ayat deskriptif yang menerangkan surga dan neraka , ada juga yang argumentatif , naratif dan lain sebagainya. Batasan akhir ayat Al-Quran juga bermacam-macam, ada ayat yang selesai sebelum perkataan selesai, ada juga yang selesai bersamaan dengan perkataan.
Menurut Thahir ibn Asyur mengatakan bahwa kalimat yang dibenntuk pada akhir sebuah ayat biasanya seakan-akan membentuk sebuah sajak syair yang bagus terdengar. Ayat –ayat Al-Quran juga banyak ditutup dengan harakat dhammah kemudian wawu mad sebelum akhir, atau kasrahkemudian ya’ mad sebelum akhir.
Tanda berhenti selain pada waqaf adlah berkaitan dengan cara membaca al-Quran, kadang waqaf sebelum akhir, kadang berhenti setelah ditutup, bahkan kadang boleh tidak waqaf meski sudah berhenti setelah ayat ditutup.
c.       Jumlah Ayat – ayat Al-Quran
Semua ulama’ sepakat bahwa semua ayat – ayat Al-Quran hanya dapat ditetapkan melalui riwayat dari Rasulallah saw. Para ulama sepakat bahwa Al-Quran berjumlah 6200. Mereka berbeda pendapat mengenai tambah-tambahanya, antara lain :
·         Ada yang tidak menambahkan jumlahtersebut
·         Ada yang berpendapat 6204 ayat
·         Ada yang berpendapat 6214 ayat
·         Ada yang berpendapat 6217 ayat
·         Ada yang berpendapat 6219 ayat
·         Ada yang berpendapat 6220 ayat
·         Ada yang berpendapat 6236 ayat
Perbedaan ini disebabkan karena pada saat Rasulallah memberi pelajaran kepada para sahabat selalu berhenti pada penghujung ayat, jika sudah dipahami, maka kemudian Nabi melanjutkannya. Tapi ada juga yang tidak mengerti permulaanya sehinnga dua ayat dianggap satu ayat.walaupun demikian hal seperti ini tidak mempengaruhi penambahan atau pengurangan ayat Al-Quran.
Sebab perbedaan dalam menghitung jumlah ayat adalah bahwa sebagian ulama menghitung Basmalah sebagai satu ayat dalam awal setiap surat.  
d.      Sussunan ayat-ayat Al-Quran
Susunan ayat Al-Quran dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.      Susunan berdasarkan waktu turunnya, secara perhitungan memang Al-Quran diturunkan selama 23tahun. Susunan seperti ini sulit untuk diketahui, karena keterbatasan riwayat-riwayat secara detail ayat perayat.
2.      Susunan berdasarkan mushaf , menurut adalah susunan yang diterima dari Rasullallah saw. Thahir bin Asyur mengatakan susunan tersebut merupakan salah satu bentuk kemukjizatan Al-Quran, jika susnannya dirubah maka maksu Al-Quran akan rancau.

e.       Korelasi antar ayat Al-Quran
Dalam Al-Quran ada dua bentuk korelasi antar ayat, yaitu :
1.      Korelasi internal dalam ayat, bagian ini memiliki beberapa model :
·         Korelasi antara sumpah dan alat bersumpah seperti (Q.S an-Najm ayat 12). Dimana Rasulallah digambarkan sebagai bintangyang memberikan petunjuk.
·         Korelasi antara prertanyaan dan jawaban, seperti (Q.S Yasin ayat 81)
·         Korelasi antara kalimat penyusun dengan ayat dengan makna dan realita, seperti (Q.S Al-Baqarah ayat 126)
·         Korelasi akhiran ayat denagan tema yang diusung , seperti (Q.S Al-Baqarah ayat 209)
2.      Korelasi antara ayat dalam sebuah surat, bagian ini memiliki beberapa model :
·         Saling menjelaskan , sepertu (Q.S Al-Ma’ arij ayat 19-21)
·         Saling memperkuat pernyataan, seperti perkataan keluaraga firaun yang beriman(Q.S Ghafir ayat 41-42)
·         Saling memberi balance, seperti ( Q,S Al-Infithar ayat 13-14)
·         Sebab akibat, seperti Al-Quran surat An-Nashr.

D.    Surat Al-Quran.
a.     Definisi Surat
Secara etimologi kata surat dalam bahasa arab mempunyai beberapa akar kata. Ada yang mengatakan berasal dari kata su’r yang berarti sisa air minum, adajuga yang mengatakan berasal dari kata sur yang berarti dinding yang membatasi, ulama lain mengtakan surat berasal dari kata surah yang berarti kedudukan yang tinggi. Dinamakan surat karena kedudukammya timggi.
Sedangkan dalam pengertian terminologis, surat berarti kumpulan ayat-ayat Al-Quran yang berdiri sendiri yang mempunyai permulaan dan akhir , batas terpotongnya ayat.
b.      Jumlah surat dalam Al-Quran
Pengetahuan terhadap surat Al-Quran dari permulaan dan akhir setiap surat adalah hal yang taufqy, yang mesti memerlukan ijtihad.
Jumlah surat-surat Al-Quran ada perbedaan dua pendapat yaitu :
·         Az-Zarkasyi mengatakan bahwa surat-surat Al-Quran menurut ahlul-Halli wal Aqdi berjumlah 114 surat, sebagaimana yang ada pada mushaf ustmani. Awalnya adalah surat Al-Fatihah dan Akhirnya adala surat An-Nas.
·         Al-Mujahid mengatakan bahwa jumlah surat-surat Al-Quran adalah 113 surat. Dengan menggabungkan surat At-Taubah dan An-Anfal menjadi satu surat.

c.       Penamaan surat Al-Quran .
Para ulama berbeda pendapattentang sumber penamaan surat Al-Quran diantaranya:
1.      Sumber dari ijtihad.
2.      Penaman secara taufiqy.
Dari segi jumlah macam nama dan ketiadaan namanya, surat – surat Al-Quran dibedakan menjadi tiga macam :
1.      Surat yng mempunyai satu nama, seperti : an-Nisa, al-A’raf, al-An;am, maryam dan lain-lain.
2.      Surat yang mempunyai banyak nama, seperti surat Al-Maidah yang disebut juga al-Uquddan juaga al-Munqadah.
3.      Dau surat yang punya satu nama , seperti surat An-Nass dan Al-Falaq dasebut surat al-Muawwidzatain.
d.  Klasifikasi surat-surat Al-Quran
Adapun surat-surat yang ada pada Al-Quran terbagi menjadi 4 macam:
1.      Ath-Thiwal ( tujuh surat yang panjang) yaiyu surat Al-Baqaran, Ali-Imran, An-Nisa, Al-Maidah, Al-an’am, Al’raf,dan al-Anfal karena tema sama dan tidk terpusah dari basmallah.
2.      Al-Miun ( seratusan), dimulai dari surat yunus smpai surat As-Syura
3.      Al-Matsani ( yang diulang-ulang)dimulai dari surat An-Naml sampai surat Al-hujurat.
4.      Al-Munfassal ( yang terpisah-pisah) dimulai dari surat Al-Hujurat sampai surat ysng terakhir Al-Quran.  Al-munfasl dibagi menjadi tiga bagian yaitu: surst panjang , surat menengah dan surat pendek.

e.       Susunan surat-surat Al-Quran 
Ada tiga pendapat dikalangan ulama tentang susunan surta dalam Al Quran :
1.       Semua susunan surat – surat Al-Quran seperti sekarang ini adalah tauqifi. Yaitu berasl dari Rasullallah, dari jibril as dari Allah .
2.      Menurut jumhur ulama ,  semua susunam surat-surat adalah ijtihadi yakni usaha para sahabat.
3.       Bhawa susunan sebagian surat- surat adalah taufiqy dan sebagian  adalah ijtihad’.
Dari ketiga pendapat tersebut yang paling mayoriitas adalah pendapat pertama, dengan berbagai argumen yang cukup kuat antara lain tadarrus Rasulallah dengan Maikat jibril.






BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw, bagi yang membacannya merupakan ibadah dan mendapat pahala.
2.      Karakteristik ayat Al- Quran dan batasannya
a.       Ayat adalahsatuan dari Al-Quran yang mempunyai awal dan akhir berfungsi sebagai bagian dari sebuah surat Al-Quran
b.      Gaya bahasa dalam penuturan ayat-ayat Al-Quran beraneka Ragam, ada yang deskriptif, argumentatif, dan naratif.
c.       Jumlah ayat Al-Quran disepakati 6 ribu, namun selebihnya mereka berselisih
3.      Surat Al-Quran
a.       Surat adalah sekumpulan ayat Al-Quran yang berdiri sendiri yang mempunyai permulaandan akhir.
b.      Surat terbagi menjadi 4 macam : At-Thiwal, Al miun, Al-Matsani, Al-Munfassahal




B.     Saran
1.      Sebagai seorang muslim kita seharusnya mengerti dan memahami makna dari Al-Quran, ayat, dan suratnya.
2.      Untuk pembaca yang memanfaatkan makalah ini diharapkan bisa menyerap materi makalah ini.

Ditulis Oleh : Ahmad khoyin Hari: 10/25/2011 10:21:00 PM Kategori:

0 komentar:

Post a Comment

 

Labels

Agama (33) Aswaja (9) Belajar (4) Biografi (4) Blog (22) Bola (8) Buku (14) Catatan (52) cerpen (2) Doa (10) English (3) Facebook (2) Humor (1) IKLAN (2) Ilmu Nahwu (5) Karya Tulis Ilmiah (3) Kesehatan (2) Komputer (24) Link (1) Makalah (18) Manusia dan agama (3) Motivasi (32) MS. OFFICE (2) Novel (3) Profil (1) Puasa (1) Puisi (11) Puisi Karya Sendiri (4) Puisi Karya Tokoh (5) Pulsa (7) RPP (12) Sejarah Islam (4) Sholat (4) Silabus (1) Skripsi (6) Surat (1) Template (1) TOEFL (2) Toko Online (2) TV (1)

Followers

AHMAD KHOYIN. Powered by Blogger.