Home » » BAB 2

BAB 2

Written By Khozin_99 on Saturday, 8 August 2026 | 8/08/2026 10:38:00 am

PAI Kelas XII - Bab 2: Cabang Iman

PAI & Budi Pekerti Kelas XII

BAB 2: CABANG IMAN (SYU'AB AL-ĪMĀN)

Meneguhkan Praktik Beragama

BAB 2

CABANG IMAN (SYU'AB AL-ĪMĀN):
MENEGUHKAN PRAKTIK BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan dapat memahami cabang iman (syu'ab al-īmān) menaati pemerintah, menolong orang lain dalam kebaikan, amar makruf nahi mungkar, memberi dan menjawab salam, sebagai wujud meneguhkan praktik beragama dalam kehidupan sehari-hari.

B. Kata Kunci

Amar makruf nahi mungkar, beragama, cabang Iman, tolong-menolong

D. Ayo Mengaji

Mengawali pembelajaran kali ini, mari dimulai dengan membaca Al-Qur'an bersama-sama secara fasih dan tartil. Bacalah secara bersama-sama. Semoga dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt., semoga segala aktivitas dan kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari berjalan dengan baik.

1. QS An-Nisa'/4:59

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُوْلَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُوْلِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا


2. QS Ali 'Imrān/3:104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةً يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ


3. QS Al-Maidah/5:2

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

E. Apersepsi

Perhatikan gambar dakwah (ajakan berbuat kebaikan) dan gambar tawuran pelajar (berdampak negatif). Uraikan pengaruh perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Aktivitas 2.2).

F. Kisah Inspiratif

Kebaikan Abu Darda: Ketaatan, Keadilan, dan Kasih Sayang dalam Pemerintahan

Abu Darda ra., merupakan salah seorang sahabat yang sangat gigih dalam menjalankan ajaran Islam. Pada suatu hari, ketika Islam telah berkembang dan Nabi Muhammad saw., telah menjadi pemimpin di Madinah, Khalifah Umar bin Khattab ra., menunjuk Abu Darda ra., sebagai pemimpin di salah satu wilayah.

Pada saat itu, wilayah tersebut mengalami masalah ekonomi yang cukup serius. Abu Darda ra., dengan bijak dan tegas mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ia mendirikan pasar yang tertata dengan baik, menetapkan harga-harga yang adil, dan memastikan keadilan dalam perdagangan.

Tidak hanya itu, Abu Darda ra., juga sangat memperhatikan masalah moral di wilayahnya. Ia giat melakukan amar makruf nahi mungkar, mengajak masyarakatnya untuk meninggalkan perilaku buruk dan mengamalkan kebaikan. Ia membimbing mereka agar hidup sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Semasa kepemimpinannya, Abu Darda ra., tidak hanya fokus pada urusan ekonomi dan moral, tetapi juga menjalankan prinsip tolong-menolong. Ketika terjadi musibah atau kesulitan di antara penduduknya, beliau selalu hadir untuk memberikan bantuan dan dukungan.

Namun, satu hari ada insiden yang sangat mencolok dalam kisah Abu Darda ra., bahwa seorang lansia datang kepadanya dengan keluhan bahwa ia merasakan adanya ketidakadilan dalam pembagian bantuan kepada masyarakat. Meskipun Abu Darda ra., telah berusaha sebaik mungkin, tetapi tampaknya masih ada yang tidak puas.

Mendengar keluhan tersebut, Abu Darda ra., tidak membela diri atau marah, akan tetapi sebaliknya, ia dengan rendah hati mengundang lansia tersebut ke dalam rumahnya. Abu Darda ra., kemudian memberikan seperempat dari harta pribadinya kepada lansia tersebut. Dengan tulus dan ikhlas, ia berkata, "Jika kamu merasa bahwa ada ketidakadilan, maka inilah bagianku dari harta bantuan."

Tindakan Abu Darda ra., tersebut menggugah hati banyak orang di wilayahnya, hingga masyarakat semakin menghargai kepemimpinan dan keadilannya. Kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya tentang pentingnya ketaatan kepada pemerintah, amar makruf nahi mungkar, dan semangat tolong-menolong dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Materi Pembelajaran Lengkap

Pilih sub-materi di bawah ini untuk membaca keseluruhan isi dari Buku Paket.

G. Wawasan Keislaman

Pernahkah kalian menjadi ketua kelas, atau ketua organisasi tertentu, atau ketua kelompok belajar? Bagaimana perasaan kalian saat itu? Apa yang kalian lakukan setelah ditunjuk sebagai ketua saat itu? Bagaimana kalian memastikan bahwa anggota kalian telah sejalan dengan visi dan misi kalian sebagai ketua?

Menjadi pemimpin adalah fitrah manusia, bukan hanya sebagai pemimpin negara, pemimpin wilayah seperti Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT, bahkan sampai pada pemimpin dengan lingkup terkecil sekalipun, seperti keluarga, kelas dan diri sendiri. Bukankah Rasulullah saw., telah menegaskan bahwa setiap kita adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang kita pimpin.

Jika saat ini kalian menjadi ketua kelas, maka kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang kalian pimpin yakni lingkup kelas, begitu juga dengan ketua kelompok, ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), Ketua MPK (Majelis Perwakilan Kelas), bahkan sampai pada pemimpin bagi diri sendiri, semua akan dimintai pertanggungjawaban.

Agama Islam telah mengatur sedemikian rupa bagaimana kita sebagai warga negara yang baik, agar senantiasa taat kepada pemimpin, taat kepada pemerintah, selama pemimpin tersebut tidak memerintahkan kepada hal-hal yang bertentangan dengan syari'at. Semua itu merupakan bagian penting dari praktik keimanan seorang muslim. Wujud keimanan yang sesungguhnya tercermin dalam perilaku dan perbuatan sehari-hari, sehingga dampaknya bukan hanya kepada diri sendiri akan tetapi juga berdampak kepada orang lain.

Pada bagian ini, kalian akan mempelajari cabang-cabang iman (syu'ub al-Iman) menaati pemerintah, menolong orang lain dalam kebaikan, amar makruf nahi mungkar, serta memberi dan menjawab salam.

1. Menaati Pemerintah

Selain diperintahkan taat kepada Allah dan rasul-Nya, umat Islam juga diperintahkan menaati pemerintah sebagai pemiliki otoritas yang sah. Akan tetapi, ketaatan tersebut tidaklah bersifat mutlak. Ketaatan kepada pemerintah tidak berlaku jika pemerintah melanggar aturan Allah Swt. Ketaatan kepada pemerintah ini tidak hanya mencakup aspek-aspek formal seperti membayar pajak dan mematuhi hukum perundangan, tetapi juga mencerminkan keselarasan dengan nilai-nilai agama.

Perintah menaati pemerintah yang sah ditegaskan oleh Allah dalam QS an-Nisa/4:59 sebagai berikut.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُوْلَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad saw.,) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

Ayat di atas memerintahkan agar kaum Muslimin selain taat dan patuh kepada Allah Swt., dan rasul-Nya secara mutlak, juga diperintahkan taat kepada pemerintah yang sah di antara mereka, agar tercipta kemaslahatan. Berkaitan dengan hal tersebut seorang muslim hendaknya:

  1. Taat dan patuh kepada perintah Allah Swt., dengan mengamalkan isi ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an, melaksanakan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya.
  2. Melaksanakan ajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah saw., sebagai pembawa risalah dari Allah.
  3. Patuh kepada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan ululamri yaitu pemerintahan yang sah.
  4. Apabila terdapat sesuatu hal yang diperselisihkan dan tidak tercapai kata sepakat, maka wajib dikembalikan kepada Al-Qur'an dan hadis.

Ketaatan kepada pemerintah menurut Islam memiliki batasan dan pedoman tertentu:

  1. Ketaatan yang bersifat syar'i: Harus selaras dengan ketentuan syariat Islam.
  2. Ketaatan yang adil dan berkeadilan: Mematuhi pemerintah yang menjalankan kekuasaan secara adil.
  3. Penolakan terhadap perintah merugikan: Berani menolak jika merugikan masyarakat (amar makruf nahi mungkar).
  4. Pelaksanaan kewajiban sosial: Membayar zakat, pajak, dan berkontribusi positif.

2. Menolong Orang Lain

Menolong orang lain dalam kebaikan merupakan salah satu prinsip dasar ajaran Islam, yang menekankan pentingnya berbuat baik dan peduli terhadap sesama. Bantuan dapat berupa moril, materil, atau bentuk lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain. Perintah untuk saling menolong ini ditegaskan dalam QS Al-Maidah /5: 2.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: "tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya."

Ayat di atas menyerukan untuk saling menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Implementasi tolong-menolong tercermin dari beberapa hal berikut:

  1. Bantuan sosial dan kemanusiaan. Umat Islam dapat bersatu untuk memberikan bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan, seperti memberikan makanan, pakaian, dan bantuan medis.
  2. Pendidikan dan keterampilan. Kebiasaan saling menolong dalam memajukan pendidikan dan keterampilan merupakan wujud nyata dari kebaikan.
  3. Menolak tindakan kezaliman. Umat Islam bersatu menentang tindakan kezaliman dan ketidakadilan.
  4. Mendukung kegiatan keagamaan. Saling mendukung dalam pelaksanaan ibadah, pengajaran agama, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Jika saat ini kalian berada pada posisi sebagai peserta didik, maka praktik baik di sekolah antara lain:

  • Menjenguk teman yang sedang sakit atau tertimpa musibah.
  • Menghimpun dana kemanusiaan (misal bencana alam).
  • Taat pada tata tertib sekolah.

3. Amar Makruf Nahi Mungkar

Menurut bahasa (harfiah) kata amar berasal dari akar kata amara-ya'muru yang berarti suatu perintah. Sedangkan kata makruf (ma'rūf) berarti mengakui, mengenal dan mengetahui atau "sesuatu yang bernilai kebaikan dan kemaslahatan."

Sementara kata mungkar (munkar) diartikan sebagai "sesuatu yang tidak diketahui, yang tidak dikenali atau yang tidak diakui, yang pada gilirannya diingkarinya."

Pengertian istilah: suatu ajaran dan perbuatan yang mengajak atau menyerukan kepada seseorang atau kelompok, agar berbuat kebaikan dan mencegah segala bentuk keburukan sesuai dengan ajaran agama Islam.

Etika Amar Makruf Nahi Mungkar

  1. Memiliki ilmu agama: Hendaknya paham, mengerti dan menguasai konsepnya.
  2. Al-Wara' (takut dosa): Senantiasa memiliki rasa takut berbuat dosa.
  3. Husnul Khuluq: Memiliki akhlak yang baik (uswah hasanah).
  4. Ar-Rifqu: Memiliki sikap lemah lembut.

Rukun Amar Makruf Nahi Mungkar (Imam Al-Ghazali)

  1. Al-Muhtasib (orang yang melakukan);
  2. Al-Muhtasab fih (perbuatan mungkar);
  3. Muhtasab 'alaih (orang yang melakukan kemungkaran);
  4. Nafsul ihtisāb (proses beramar makruf nahi mungkar itu sendiri).

4. Memberi dan Menjawab Salam

Kata "salām" berasal dari akar kata "salima" yang maknanya berkisar pada keselamatan dan terhindar dari segala yang tercela. Salam juga merupakan salah satu asmaul husnā.

Mengucapkan salam sejatinya tidak sekadar memberikan ucapan, tetapi juga mendoakan dan memberikan harapan kepada orang lain, yakni doa dan harapan kebaikan dan keselamatan.

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبْرَكَةً طَيِّبَةً كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

QS An-Nūr/24: 61: "Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah itu, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah..."

Etika Salam

  1. Bertemu beberapa orang, hendaklah mengucapkan salam kepada mereka;
  2. Kelompok yang lebih sedikit memulai mengucapkan salam kepada kelompok banyak;
  3. Yang muda terlebih dahulu mengucapkan salam kepada yang tua;
  4. Yang berkendaraan terlebih dahulu mengucapkan salam kepada yang berjalan;
  5. Orang yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang berdiri;
  6. Orang yang berdiri mengucapkan salam kepada orang yang duduk.

Hikmah Salam

  1. Terpeliharanya kedamaian antar sesama;
  2. Tumbuhnya rasa saling memelihara, menjaga dan menyayangi;
  3. Kuatnya ikatan tali silaturrahim;
  4. Bentuk ketakwaan seorang muslim melalui perilaku sederhana.

H. Penerapan Nilai Moderasi Beragama

Setelah mempelajari materi di atas, kalian diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dan profil pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan konsisten:

No Butir Perilaku Nilai Karakter
1 Gemar membaca dan mengkaji Al-Qur'an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari. Beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.
2 Ketaatan kepada pemimpin yang sah. Taat pada peraturan yang dibuat dan disepakati / konstitusi.
3 Terbiasa mengucapkan dan menjawab salam. Toleransi, kedamaian dan kemanusiaan.
4 Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Antikekerasan, berkebhinekaan global.
5 Tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Gotong royong.

Kumpulan Aktivitas Pembelajaran

Berikut adalah seluruh tugas dan aktivitas yang harus diselesaikan pada Bab 2.

Aktivitas 2.1

Bacalah QS An-Nisa'/4:59, QS Ali 'Imran/3:104 dan QS Al-Maidah/5:2 berikut dengan bacaan yang fasih dan tartil! Kemudian perhatikan makhārijul hurūf (tempat keluarnya huruf) dan hukum bacaan tajiwidnya, agar terhindar dari kesalahan.

Aktivitas 2.2

Cermati gambar dakwah dan tawuran! Kemudian uraikan pengaruh dalam perilaku manusia yang kalian temukan di dalamnya. Jelaskan bagaimana pengaruh tersebut dalam kehidupan sehari-hari!

Aktivitas 2.3

Bacalah cerita inspiratif (Kebaikan Abu Darda) dengan saksama!. Kemudian catatlah nilai-nilai kebaikan yang kalian temukan, lalu jelaskan cara mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sekolah!

Aktivitas 2.4

Pernahkah kalian ditunjuk menjadi seorang pemimpin? Misalnya menjadi ketua OSIS, ketua MPK, dll? Bagaimana perasaan kalian saat itu? Refleksikan perasaan kalian secara berpasangan, ceritakan kembali kepada rekan sebangku dan mintalah umpan balik.

Aktivitas 2.5 (Poster Digital)

1. Buatlah poster digital yang berisi ajakan untuk senantiasa peduli pada sesama, lingkungan, diri sendiri.
2. Bebas berkreasi menggunakan ragam platform digital.
3. Tidak mengandung unsur SARA.
4. Unggah poster tersebut di media sosial dengan caption menarik.

Aktivitas 2.6 (Video Reels)

1. Kelompok 5-6 orang.
2. Sepakati tema (kebaikan di sekolah, ajakan salat, dll).
3. Buat video Reels Instagram maksimal 90 detik.
4. Unggah dengan tagar #pelajarmoderat, #pelajarpeduli.
5. Berikan komentar positif terhadap video teman.

J. Uji Kompetensi: Kampanye Dakwah Milenial (Proyek)

Sebagai Gen Z, kalian diminta untuk melakukan kampanye positif berupa ajakan untuk saling mengingatkan melalui tindakan sederhana.
1. Setiap kelompok terdiri atas 5-6 orang.
2. Video berupa vlog kreatif dan inovatif.
3. Mintalah bimbingan guru.
4. Unggahlah video di media sosial yang kalian miliki.
5. Bagikan link video di grup percakapan virtual.

J. Uji Kompetensi

Kerjakan uji kompetensi berikut dengan seksama.

Sikapku dalam Hidup

Tentukan sikap kalian pada beberapa pernyataan berikut dengan skala 1-5.
(1 = Sangat Setuju, 2 = Setuju, 3 = Ragu-ragu, 4 = Tidak Setuju, 5 = Sangat Tidak Setuju)

No Pernyataan Sikap (1-5) Alasan
1 Saya adalah peserta didik yang patuh terhadap seluruh tata tertib yang ada di sekolah.
2 Saya senantiasa disiplin mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dengan khidmat.
3 Setiap ada teman yang kesulitan, saya selalu membantu dan memberikan pertolongan.
4 Saya senantiasa terlibat aktif dalam diskusi kelas atau organisasi di sekolah.
5 Saya selalu mengingatkan teman yang melakukan pelanggaran.

L. Refleksi

Setelah mempelajari materi tentang cabang iman, mari lakukan refleksi dengan mengisi tabel berikut.

Ceritakan pengalaman kalian setelah mengikuti pembelajaran ini.

Bagaimana perasaan kalian selama mengikuti pembelajaran ini?

Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari proses kali ini?

Apa yang akan kalian lakukan di masa depan setelah mempelajari materi ini?

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Ahmad Khoyin Academy - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger