LKPD Interaktif PAI
Memelihara Kehidupan Manusia
Kelas XII SMA (Fase F) • Kurikulum Merdeka
Beranda
Ahlan wa Sahlan, Siswa!
Selamat datang di LKPD Interaktif Pendidikan Agama Islam. Mari kita jelajahi materi tentang Memelihara Kehidupan Manusia (Hifzhu an-Nafs) berdasarkan QS Al-Maidah ayat 32 dan Hadis-hadis Nabi.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:
Membaca Q.S. al-Maidah/5: 32, serta Hadis tentang memelihara kehidupan manusia dengan tartil.
Mengidentifikasi tajwid dalam Q.S. al-Maidah/5: 32, serta Hadis tentang memelihara kehidupan manusia.
Menerjemahkan dalam Q.S. al-Maidah/5: 32, serta Hadis tentang toleransi dan memelihara kehidupan manusia.
Menganalisis Q.S. al-Maidah/5: 32, serta Hadis tentang toleransi dan memelihara kehidupan manusia.
Membiasakan sikap peduli sosial, cinta damai, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab.
Mendalami QS. Al-Maidah Ayat 32
Memahami Dalil Menjaga Kehidupan
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ ﴿٣٢﴾
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya para rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi." (QS. al-Maidah/5 : 32).
| Lafadz | Hukum Tajwid | Alasan & Cara Baca |
|---|---|---|
| مِنْ أَجْلِ | Idzhar & Qalqalah Sughra | Huruf nun berharakat sukun bertemu hamzah (Idzhar dibaca jelas). Huruf jim berharakat sukun di tengah kalimat (Qalqalah dipantulkan ringan). |
| بَنِي إِسْرَاءِيلَ | Mad Jaiz Munfasil | Huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/4 atau 5 harakat. |
| نَفْسًا بِغَيْرِ | Iqlab | Huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat. |
| لَمُسْرِفُوْنَ | Mad Arid Lissukun | Huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. |
Tugas: Uji Analisis Hukum Tajwid
Analisislah hukum bacaan tajwid pada potongan ayat di bawah ini beserta alasannya sesuai dengan tabel referensi di atas!
مِنْ أَجْلِ
نَفْسًا بِغَيْرِ
Aktivitas: Cocokkan Kosakata
Klik satu kotak di sebelah Kiri, lalu klik terjemahan yang tepat di sebelah Kanan!
Hebat! Semua kosakata berhasil dicocokkan.
Hadis tentang Menjaga Kehidupan, Keteladanan Tokoh dan Studi Kasus
Hadis-Hadis Menjaga Kehidupan Manusia
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan nyawa manusia. Berikut adalah beberapa hadis yang menjadi landasan memelihara kehidupan manusia[cite: 1]:
1. Larangan Membunuh Mu'ahad (Non-Muslim yang Dilindungi)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا (رواه البخاري)
"Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr, dari Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda: 'Barangsiapa yang membunuh mu'ahad (orang nonmuslim yang mendapatkan janji jaminan keamanan dari orang muslim) tidak akan dapat mencium harumnya surga, padahal harumnya dapat dicium dari perjalanan empat puluh tahun'. (H.R. Al-Bukhari)."[cite: 1]
Penjelasan: Dalam hadis lain (Sunan Abi Dawud), Nabi Saw. juga menjelaskan larangan menzhalimi mu'ahad. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan[cite: 1]:
- Tidak boleh menzhaliminya.[cite: 1]
- Tidak boleh melanggar janji yang telah diberikan untuk memberi keamanan kepada mereka.[cite: 1]
- Tidak boleh membebani sesuatu di atas kemampuan mereka.[cite: 1]
- Tidak boleh mengambil sesuatu milik mereka tanpa ada kerelaan dari mereka.[cite: 1]
Nabi mengancam bahwa yang melakukan itu akan dituntut oleh beliau kelak di hari kiamat.[cite: 1]
2. Larangan Mengacungkan Senjata Tajam
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لأَبِيْهِ وَأُمِّهِ (رَوَاهُ مُسْلِمْ )
"Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: 'Barangsiapa yang memberi isyarat (mengacungkan) senjata tajam kepada saudaranya, maka sungguh para malaikat melaknatnya meskipun saudaranya itu saudara kandung sebapak seibu.' (H.R. Muslim)"[cite: 1]
3. Ancaman Menjadi Orang yang Bangkrut (Muflis) di Akhirat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوْا: الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةِ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ. (رَوَاهُ مُسْلِمْ )
"Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: 'Tahukah kamu siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda.' Maka beliau bersabda: 'Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi di samping itu juga pernah mencaci si ini, menuduh si ini, makan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si ini. Maka kebaikannya diberikan ke si ini dan kebaikannya diberikan ke si ini, maka apabila telah habis kebaikannya sedangkan belum terbayar semua tuntutan orang-orang yang lainnya, diambilkanlah dosa-dosa orang yang pernah didzalimi untuk dipikulkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke neraka.' (H.R. Muslim)."[cite: 1]
Mengenal Lebih Jauh Sosok Abdullah bin Umar r.a.
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma adalah sosok sahabat agung yang lahir di masa-masa awal kebangkitan Islam. Sebagai putra dari Khalifah kedua, Umar bin Khattab yang terkenal sangat tegas, Abdullah mewarisi keteguhan prinsip namun dengan pembawaan yang lebih tenang dan sangat berhati-hati. Ia masuk Islam bersama ayahnya sewaktu masih kecil dan tumbuh besar dengan mengamati setiap gerak-gerik Rasulullah SAW secara langsung, menjadikannya salah satu potret pemuda ideal dalam sejarah Islam.
Ciri khas paling menonjol dari Abdullah bin Umar adalah kecintaannya yang luar biasa terhadap Sunnah Rasulullah SAW. Beliau dikenal sangat teliti dan detail dalam meniru perbuatan Nabi, bukan hanya dalam urusan ibadah besar, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Jika beliau mengetahui Nabi pernah shalat di bawah sebuah pohon tertentu, maka beliau akan mencari pohon tersebut untuk shalat di bawahnya. Ketaatannya ini menjadikannya salah satu rujukan utama para sahabat lain ketika membicarakan hadis dan tata cara ibadah yang benar.
Meskian memiliki kedalaman ilmu yang diakui luas, Abdullah bin Umar sangatlah berhati-hati (wara') dalam memberikan fatwa. Ketika ditanya mengenai perkara hukum yang rumit, beliau tidak segan-segan untuk menjawab "Aku tidak tahu" jika merasa belum yakin. Beliau sangat takut akan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Sikap ini mengajarkan kita bahwa memiliki ilmu yang banyak justru harus diiringi dengan kerendahan hati dan rasa takut kepada Sang Pencipta, bukan untuk menyombongkan diri atau sembarangan menghakimi orang lain.
Ujian terbesar bagi integritasnya terjadi pada masa Fitnah Kubro, yaitu konflik politik dan perang saudara antara sahabat Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Banyak pihak yang mencoba menarik Abdullah bin Umar ke kubu mereka karena pengaruh dan kehormatannya. Namun, dengan tegas beliau memilih jalan netral. Prinsipnya sangat kokoh: "Lebih baik aku tidak mendapatkan kekuasaan apa-apa daripada harus menumpahkan setetes darah kaum muslimin." Baginya, memelihara nyawa dan kehormatan manusia jauh lebih utama daripada fanatisme kelompok atau ambisi politik.
Di luar kancah politik, Abdullah bin Umar adalah figur yang sangat dermawan. Beliau tidak pernah terikat oleh kemewahan dunia dan selalu mendermakan harta terbaiknya di jalan Allah. Kisah hidupnya memberikan pelajaran abadi bahwa pahlawan sejati bukanlah mereka yang selalu angkat pedang untuk mengalahkan orang lain, melainkan mereka yang mampu mengalahkan ego sendiri, menjaga kedamaian, menahan lisan, dan memelihara kelangsungan hidup umat manusia dalam bingkai persaudaraan.
Tugas Analisis Kisah:
Studi Kasus Analitis
Kasus: Provokasi Tawuran Pelajar
Sebuah kelompok pelajar mengacungkan senjata tajam dan memprovokasi sekolah lain melalui media sosial. Hal ini menimbulkan keresahan masyarakat, melukai orang yang tidak bersalah, dan merusak fasilitas umum.
Hifzhu an-Nafs: Implementasi Menjaga Jiwa
Tugas Penulisan Essay
Tuliskan sebuah essay singkat (minimal 3 paragraf) dengan tema pokok "Implementasi Menjaga Jiwa (Hifzhu an-Nafs) di Era Modern". Sertakan pandangan Tafsir Al-Qur'an dan Hadis yang telah kita pelajari.
Checklist Perilaku Menjaga Jiwa
Tandai perilaku menjaga jiwa yang sudah rutin kamu laksanakan:
Proyek PjBL Kelompok
Tugas: Kampanye "Hifzhu an-Nafs: Jauhi Kekerasan"
Buatlah salah satu karya digital (Poster Canva, Video Reels/TikTok, Podcast, atau Infografik) yang mengajak teman sebaya untuk menghentikan bullying dan kekerasan berdasarkan pesan QS Al-Maidah ayat 32.
Langkah Kerja:
- Bentuk kelompok 3-4 orang.
- Tentukan pesan utama berdasarkan tafsir al-Maidah ayat 32 dan hadis tentang larangan menyakiti orang lain.
- Desain karya sekreatif mungkin.
- Upload hasil link/file karya di bawah ini.
Upload Hasil Proyek
Format: JPG, PDF, atau Link URL
Quiz Akhir (20 Soal)
Auto-ScoreNilai Kuis Kamu
Lulus KKM - Sangat Baik!
Jurnal Refleksi
Silakan isi refleksi pembelajaran hari ini. Jawabanmu akan masuk ke rekam jejak penilaian sikap.
Sertifikat Penyelesaian
Diberikan kepada:
Nama Siswa
Kelas
Telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran LKPD interaktif: "Memelihara Kehidupan Manusia (Hifzhu an-Nafs)" dengan predikat:
Rekap Penilaian Otomatis
| Aspek | Status | Skor/Nilai |
|---|---|---|
| Keaktifan (LKPD) | Selesai | A (Baik) |
| Quiz Kognitif | Selesai | 0 |
| Proyek PjBL | Menunggu | - |




.png)
0 komentar:
Post a Comment